Penjelasan Tambahan

Catatan: postingan ini belum berisi tulisan asli, jadi bagian ini langsung membahas sejarah AEON Mall, dari toko kimono di Jepang sampai mal-mal besar di Indonesia.

Akar: toko kain Okadaya (1758)

Sejarah AEON dimulai jauh sebelum era mal. Pada 1758, Okada Sōzaemon membuka toko kain dan barang kebutuhan sehari-hari yang kemudian dikenal sebagai Okadaya, di Yokkaichi, Prefektur Mie, Jepang. Usaha ini diwariskan turun-temurun dan setiap kepala keluarga memakai nama “Okada Sōzaemon”.

Okadaya resmi berbadan hukum sebagai perusahaan pada 1926.

Salah satu prinsip keluarga Okada yang sering dikutip adalah “Daikokubashira ni kuruma wo tsukeyo”, artinya “pasanglah roda pada tiang utama (rumah)”. Maksudnya, toko harus berani pindah mengikuti ke mana pembeli bergerak. Filosofi ini nantinya cocok sekali dengan model mal besar di pinggiran kota.

Lahirnya JUSCO (1969–1970)

Pada akhir 1960-an, ritel Jepang mulai dikuasai jaringan supermarket besar. Untuk bersaing, Okadaya bergabung dengan beberapa peritel regional (antara lain Futagi dan Shiro) membentuk JUSCO, singkatan dari Japan United Stores COmpany. Aliansinya dibentuk pada 1969, dan perusahaan JUSCO berdiri resmi pada 1970.

Tokoh kunci di masa ini adalah Takuya Okada, generasi penerus keluarga Okada yang memimpin ekspansi besar-besaran JUSCO. Dua putranya kelak juga terkenal: Motoya Okada (pimpinan Grup AEON) dan Katsuya Okada (politikus Jepang, pernah menjadi Menteri Luar Negeri).

Berganti nama menjadi AEON (2001)

Pada 2001, JUSCO Co., Ltd. berganti nama menjadi AEON Co., Ltd. Kata aeon berasal dari bahasa Latin (dari bahasa Yunani aiōn) yang berarti “keabadian” atau masa yang sangat panjang, menggambarkan harapan perusahaan untuk bertahan lama.

Pada 2008, AEON Co., Ltd. menjadi perusahaan induk (holding company), dan operasional ritelnya dipegang anak perusahaan seperti AEON Retail. Sekarang Grup AEON termasuk konglomerat ritel terbesar di Asia, dengan bisnis supermarket, minimarket, mal, keuangan, sampai apotek.

AEON Mall: dari supermarket ke pusat perbelanjaan raksasa

Seiring masyarakat Jepang makin banyak memakai mobil, JUSCO mulai membangun pusat perbelanjaan besar di pinggiran kota dengan lahan parkir luas, mirip konsep mall di Amerika Serikat. Bisnis pengembangan mal ini dipegang anak perusahaan yang kini bernama AEON Mall Co., Ltd.

Beberapa tonggak pentingnya:

Tahun Peristiwa
1992 Mal yang kini bernama AEON Mall Tsugaru Kashiwa (Aomori) dibuka, menurut linimasa resmi AEON Mall
1995 AEON Mall Shimoda (Aomori) dibuka, salah satu mal skala besar awal
2007 AEON Mall bergabung dengan Diamond City, pengembang mal yang sebelumnya patungan AEON dan Mitsubishi Corporation
2008 Masuk Tiongkok dengan mal pertama di Beijing
2011 Nama-nama mal di Jepang mulai diseragamkan menjadi merek “AEON Mall”
2014 Masuk Vietnam (Tan Phu Celadon, Ho Chi Minh City) dan Kamboja (Phnom Penh)
2015 Masuk Indonesia lewat AEON Mall BSD City
2025 AEON Mall menjadi anak perusahaan yang dimiliki penuh oleh AEON Co., Ltd. lewat pertukaran saham, dan sahamnya delisting dari Bursa Efek Tokyo per 27 Juni 2025

Catatan: tahun penggabungan dengan Diamond City dan penyeragaman merek tahun 2011 di atas berasal dari pengetahuan umum, belum saya cocokkan ke dokumen resmi perusahaan.

AEON Mall di Indonesia

AEON masuk Indonesia dengan menggandeng pengembang properti lokal, terutama Sinar Mas Land. Mal-malnya dibangun di kawasan kota mandiri yang sedang tumbuh di sekitar Jakarta.

Mal Lokasi Dibuka
AEON Mall BSD City Tangerang Selatan, Banten Mei 2015
AEON Mall Jakarta Garden City Cakung, Jakarta Timur September 2017
AEON Mall Sentul City Kabupaten Bogor, Jawa Barat November 2020 (soft opening Oktober 2020)
AEON Mall Tanjung Barat Jakarta Selatan 18 November 2021 (dibuka bertahap)
AEON Mall Deltamas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 22 Maret 2024

Beberapa fakta menarik:

  • AEON Mall BSD City adalah mal AEON pertama di Indonesia, luasnya sekitar 100.000 m², hasil patungan dengan Sinar Mas Land.
  • AEON Mall Sentul City dibuka di tengah pandemi COVID-19. Beberapa sumber menyebut “grand opening” tahun 2021, tetapi kebanyakan sumber, termasuk The Jakarta Post, mencatat peresmiannya pada 11 November 2020.
  • AEON Mall Deltamas disebut sebagai AEON Mall terbesar di Asia Tenggara saat dibuka.
  • Di dalam AEON Mall biasanya ada supermarket/department store AEON sendiri sebagai anchor tenant (penyewa utama), ditambah restoran Jepang, toko ritel, dan area hiburan keluarga.

Kenapa AEON Mall terasa “Jepang banget”?

  • Ada AEON Store dengan banyak produk impor Jepang dan makanan siap saji ala depachika (food hall ala Jepang).
  • Banyak tenant Jepang, seperti restoran ramen, sushi, sampai toko seperti Daiso.
  • Sering ada acara budaya Jepang, misalnya festival musim panas (natsu matsuri) dan bon odori.
  • Standar pelayanannya mengikuti budaya layanan Jepang (omotenashi), misalnya karyawan yang membungkuk dan menyapa pelanggan.

Ringkasnya

  • Akar AEON adalah toko kain Okadaya yang didirikan tahun 1758 di Yokkaichi, Jepang.
  • Okadaya bergabung dengan peritel lain menjadi JUSCO (1969–1970), lalu berganti nama menjadi AEON pada 2001. Aeon berarti “keabadian”.
  • AEON Mall lahir dari strategi membangun mal besar di pinggiran kota, mengikuti perpindahan konsumen.
  • Di luar Jepang, AEON Mall masuk ke Tiongkok, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia (sejak 2015, mulai dari BSD City).
  • Sejak 2025, AEON Mall dimiliki penuh oleh AEON Co., Ltd. dan sudah tidak tercatat di bursa saham.

Rujukan: