Cerita Kejadian Kecelakaan
Di hari terakhir tahun kedua james clear dia mendapat musibah, saat bermain bisbol bersama teman-temanya, tongkat bisbol yg dengan sangat keras terlempar ke muka JC saat temanya mencoba memukul bola, tonkgat itu mendarat di antara kedua matanya, hingga hidungnya “penyok” nampak seperti huruf U, hidungnya patah, otaknya membentur tengkorak yg di bagian belakang, dia tidak sadarkan diri, saat membuka mata jc melihat bercak darah di bajunya, dia dipapah menuju klinik di sekolah dia, yg mana harus menuruni bukit untuk kembali ke gedung sekolah. setiap detiknya sangat krusial pada saat itu.
Sesampai di sana perawat menanyakan tahun berapa saat itu, dijawab 1998 padahal 2002, ditanya siapa presiden sekarang dijawab presiden sebeumnya padahal harusnya George W Bush, setelah itu ambulan datang dan dibawa ke rumah sakit terdekat, namun ternyata karna kondisina yg begitu parah rumah sakit tersebut tidak sanggup menanganinya dan dirujuklah ke rumah sakit yang ada di kota, ibunya sudah menunggu di rumah sakit itu sementara ayahnya kembali ke rumah untuk mengabarkan ke saudara saudara jc, kemudian jc dan ibunya naik helipad ke rumah sakit rujukan itu, itu adalah kali kedua bagi ibunya kembali ke rumah sakit tsbt. setelah 10 tahun yg lalu adiknya perlu manjalani perawatan karna mengidap leukimia.
Pihak rumah sakit mendatangkan rohaniawan untuk memenami orang tua jc dan mendampingi memberikan support , dia orang yg sama dengan yg 10 tahun lalu saat adiknya sakit, menurut ibunya itu malam yang paling berat dalam hidupnya.
Sembuh
Keesokan harinya dia sudah mulai sadar, namun indra penciumannya tidak bekerja, lalu perawat minta untuk mencoba meniup melalui hidung, bola mata kirinya hampir lepas karna tekanan udara tersebut, masih berada di posisinya karna ada saraf yang masih terhubung dengan otaknya, jc kembali ke rumahnya dengan keadaan hidung patah, fraktur di mana mana. dia baru bisa mengemudikan mobil 8 bulan setelahnya, proses yang cukup berat jika mengingat dia harus melalui banyak hal untuk kembali ke kondisi yg semula, dia sangat ingin bermain bisbol mewakili sekolahnya namun sayangnya dia satu2nya anak tahun pertama yang tidak terpilih, ayahnay dulu adalah mantan pemain divisi non utama di klub st louis cardinals, 2 tahun kemudian titik perubahan datang saat dia kuliah di denison university dimana dia menyadari dahsyatnya perubahan dari kebiasaan kebiasaan kecil.