Cerita Kejadian Kecelakaan

Di hari terakhir tahun kedua james clear dia mendapat musibah, saat bermain bisbol bersama teman-temanya, tongkat bisbol yg dengan sangat keras terlempar ke muka JC saat temanya mencoba memukul bola, tongkat itu mendarat di antara kedua matanya, hingga hidungnya “penyok” nampak seperti huruf U, hidungnya patah, otaknya membentur tengkorak yg di bagian belakang, dia tidak sadarkan diri, saat membuka mata jc melihat bercak darah di bajunya, dia dipapah menuju klinik di sekolah dia, yg mana harus menuruni bukit untuk kembali ke gedung sekolah. setiap detiknya sangat krusial pada saat itu.

Sesampai di sana perawat menanyakan tahun berapa saat itu, dijawab 1998 padahal saat itu tahun 2002, ditanya siapa presiden sekarang dia menjawab dengan nama presiden sebelumnya padahal harusnya George W Bush, setelah itu ambulan datang dan dia dibawa ke rumah sakit terdekat, namun ternyata karna kondisinya yg begitu parah rumah sakit tersebut tidak sanggup menanganinya dan dirujuklah ke rumah sakit yang ada di kota yang memiliki fasilitas lebih lengkap, ibunya sudah menunggu di rumah sakit itu sementara ayahnya kembali ke rumah untuk mengabarkan ke saudara saudara jc, kemudian jc dan ibunya dibawa helipad ke rumah sakit rujukan itu, itu adalah kali kedua bagi ibunya kembali ke rumah sakit tsbt. setelah 10 tahun yg lalu adiknya perlu manjalani perawatan karna mengidap leukimia.

Pihak rumah sakit mendatangkan rohaniawan untuk memenami orang tua jc dan mendampingi memberikan support , dia orang yg sama dengan yg 10 tahun lalu saat adiknya sakit, menurut ibunya itu malam yang paling berat dalam hidupnya.

Sembuh

Keesokan harinya dia sudah mulai sadar, namun indra penciumannya tidak bekerja, lalu perawat minta untuk mencoba meniup melalui hidung, bola mata kirinya hampir lepas karna tekanan udara tersebut, masih berada di posisinya karna ada saraf yang masih terhubung dengan otaknya, jc kembali ke rumahnya dengan keadaan hidung patah, fraktur di mana mana. dia baru bisa mengemudikan mobil 8 bulan setelahnya, proses yang cukup berat jika mengingat dia harus melalui banyak hal untuk kembali ke kondisi yg semula, dia sangat ingin bermain bisbol mewakili sekolahnya namun sayangnya dia satu2nya anak tahun pertama yang tidak terpilih, ayahnya dulu adalah mantan pemain divisi non utama di klub st louis cardinals, 2 tahun kemudian titik perubahan datang saat dia kuliah di denison university dimana dia menyadari dahsyatnya perubahan dari kebiasaan kebiasaan kecil.

Bagaimana Saya Belajar Tengtang Kebiasaan

Kuliah di Denison adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup penulis, walaupun masa sma dia cukup terpuruk dalam urusan bisbol, di tempat kuliah dia mendapatkan posisi dalam tim walaupun berada di posisi paling bawah sebagai mahasiswa baru, dia sadar kalau dia tidak akan bermain langsung dalam waktu dekat sehingga dia memilih untuk mengendalikan diri terlebih dahulu, ibaratnya bersiap2 dulu sambil menunggu waktunya dia mendapatkan giliran dimainkan in the near future.

Asrama kuliah adalah tempat yang terkenal sebagai tempat yang kotor jorok, mahasiswanya tidak bisa mengendalikan diri menjaga kebersihan dsb, namun dia memilih untuk berkomitmen menjaga kebersihan, melatih kebiasaan kebiasan kecil pengnedalian hidup untuk dirinya, disaat teman teman yang lain begadang tertawa sambil bermain game, dia memilih untuk membangun kebiasaan tidur lebih awal, kebiasaan kebiasaan tersebut terasa remeh namun dengan kebiasaan tersebut rasa percaya diri muncul, dari rasa PERCAYA DIRI itulah dia memiliki kesan mampu mengedalikan hidup, meningkatknya kepercayaan diri tersebut membuat kebiasaan kebiasaan belajarnya juga mulai membaik hingga dia berusaha meraih nilai A untuk semua mata kuliah selama tahun pertama.

Kebiasaan adalah rutinitas atau perilaku yang dijalankan secara teratur dan dalam banyak kasus secara otomatis. Dimulai dari semester satu ke semester berikutnya, penulis berhasil mengumpulkan kebiasaan kebiasaan kecil tapi konsisten akkhrinya mengantarkan ke hasil yang terbayangkan di sewaktu penulis baru mulai, contohnya dia mulai membiasakan mengangkat beban beberapa kali dalam seminggu, tahun tahun berikutnya bobot dia naik dari 85kg ke 100kg.

Saat musim pertandingan di tahun kedua dimulai, dia mendapatkan posisi awal sebagai pitcher, di tahun ketiha dia terpilih sebagai kapten dan di tahun berikutnya dia terpilih menjadi anggota tim utama. di tahun terakhirnya kebiasaan kebiasaan tidur, belajar dan latihan fisik mulai mendatangkan hasil.

6 Tahun setelah kecelakaan tersebut dia berhasil terpilih menjadi atlet terbaik Denison University dan salah satu ESPN academic, intinya dia meraih banyak penghargaan sampai namanya dicatat di buku tahunan universitas. dia meminta maaf atas kesan yang berlebihan dengan prestasi itu yang sejujurnya menurut dia juga tidak terlalu hebat, dia juga tidak sampai ke profesional tapi dia percaya dengan kebiasaan kebiasaan kecil yang kita lakukan itu bisa memaksimalkan potensi yang kita miliki.

Perubahan perubahan yang terkesan kecil dan remeh pada awalnya akan memberikan hasil-hasil uang menakjubkan bila kita BERSEDIA menjalaninya sampai bertahun tahun. Tidak ada yg paling menonjol daalam perjalanan hidup dia dari kondisi dibuat koma sampai meraih academic All American, tapi banyak yang menonjol, yang tejadi adalah evolusi bertahap, serangkaian panjang kemenangan kecil dan terobosan sangat kecil. Satu satunya cara yang membuat saya maju satu sataunya cara yang saya pilih adalah mulai dengan hal kecil. dan dia juga menerapkan hal yang serupa saat memulai usaha sendiri dan menulis buku atomic habits.

Bagaimana buku atomic habits ini akan bermanfaat untuk pembaca

Tulang punggung buku ini adalah model kebiasaan empat langkah jc. Mendpatkan petuujuk (cue), menumbuhkan gairah (craving), menanggapi (response), dan menikmati hasilnya (reward)

Kita terlalu menaksir tinggi atas sesuatu dan menaksir terlalu rendah atas sesuatu pula, menganggap bahwa perubahan besar perlu aksi yang masif mengguncang bumi sedangkan kebiasaan kecil sering dianggap remeh padahal dalam waktu yg lama kebiasaan kecil yang konsisten akan berdampak begitu besar ke hidup, jika kita lebih baik 1 persen saja setiap hari dalam satu tahun kita sudah lebih baik sekitar 37 persen. kalau perubahan massif bakal menguras mental di suatu titik jadi tidak sustainabel (tentu tidak berlaku ke semua orang)

Satu Persen Lebih Baik

Efek satu persen perubahan memang tidak terasa dalam jangka pendek tapi akan sangat terlihat dampaknya jika dilakukan dalam waktu yang sangat lama, ada 3 contoh nyata seberapa dahsyatnya perubahan 1 persen dalam kehidupan nyata, bayangkan satu balok es berada di ruangan dengan suhu -3 derajat celcius, kemudian suhu dinaikan setengah derajat c, -3 ke -2.5,-2,-1.5 sampai saat ini es belum juga mencair tapi begitu suhu dinaikan menjadi 0 derajat celcius es akan mencair, begitupula pemecah batu cadas, perlu melakukan puluhan hingga ratusan ayunan hingga batu cadas tersebut hancur berkeping keping, hal ini pernah disampaikan oleh pelatif tim basket NBA yang berkata bahwa apabila sesorang tidak menganggap atau mudah melupakan efek 1 persen lihatlah pemecah batu cadas, dari hantaman palu ke satu sampai ke 100 batu sama sekali tidak bergeming nampak seperti tidak ada efeknya namun di pukulan ke 101 batu tersebut hancur berkeping keping, namun kita tahu bukan pukulan ke 101 yang bisa membuat batu tersebut hancur namun efek dari hantaman hantaman sebelumnya yang membuat momentum batu tersebut hancur di pukulan ke 101

Adalagi terkait pergeseran posisi moncong pesawat, jika kepala pesawat bergeser sekian derajat saja mungkin kepala pesawat bergeser 2-3 meter saja dari posisi yang seharusnya, dengan perjalanan yang panjang, pesawat bisa mendarat ratusan kilometer jauhnya dari posisi awal, hal ini menujukan bahwa waktu merupakan sahabat baik bagi kebiasaan kebiasaan kecil, sedangkan waktu akan membuat kebiasaan kebiasaan buruk menjadi momok yg menyeramkan.

Namun laju efek perbaikan atau penurunan 1 persen yang lambat inilah yang membuat orang orang mengabaikan kebiasaan kebiasan buruk mereka, jika makan junk food malam ini kiat tidak akan langsung menjadi gemuk, jika kita tidak merapikan kamar tidur sekali mungkin akan masih terlihat rapih namun pengabaian hal hal kecil teresbut, merasionalisasikan keesalahan kesalahan mikro pada jangka waktu yang panjang akan memberikan dampak yang sangat nyata. oleh karena itu memang efek satu persen ini bagai sebilah pedang, kita bisa mendapatkan efek luar biasa dari kebiasaan 1 persen ini atau kita juga bisa merasakan dampak dari pernurunan satu persen di sana dan di sini.

Mencoba untuk menghentikan kebiasaan buruk itu seperti mencoba menumbangkan pohon beringin raksasa yang sangat besar dalam semalam, sedangkan menumbuhkan kebiasaan baik layaknya merawat bunga yang sangat sensitif, sulit butuh waktu, perhatian dan kasih sayang dalam menjalaninya, orang mudah berhenti melakukan kebiasaan yang mereka bentuk karna merasa tidak ada perkembangan inilah yang dinamakan lembah kekecewaan, mereka berharap hasilnya itu linear seiring dengan waktu namun nyatanya adalah bahwa pertumbuhan kebiasaan baik sebetulnya tidak linear tapi eksponensial (kalau ngga salah itu istilahnya), berikut gambarnya.

Lembah Kekecewaan

Lupakan sasaran, berfokuslah pada sistem

Kearifan yang berlaku sampai sekarang mengatakan jika kita ingin meraih sesuatu yang kita impikan maka kita harus menerapkan sasaran atau target yang spesifik dan dapat dilakukan, tetapi penulis mulai menyadari bahwa hasil hasil dia hampir tidak berakitan dengan sasaran yang ditetapkan dan hampir semuanya berkaitan dengan sistem yang dijalani.

Sasaran bicara tentang hasil yang ingin kita raih , sedangkan sistem adalah proses yang mengantarkan ke hasil hasil itu. jika kita mengabaikan sepenuhnya sasaran sasaran dan fokus hanya pada sistem, apakah tetap akan berhasil ? menurut james clear akan tetap berhasil, sasaran dalam olahraga apapun adalah menyelesaikan dengan skor terbaik, tapi pasti konyol kalau selama pertandingan hanya menghabiskan waktu untuk melihat papan nilai. cara satu satunya adalah dengan menjadi lebih baik setiap hari, seperti perkataan bill wish, juara super bowl 3x, “nilai akan datang dengan sendirinya”

Apakah sasaran tidak berguna ? tentu tidak, sasaran baik untuk menetapkan arah, tapi sistem adalah yang terbaik untuk mendapatkan kemajuan. masalah akan timbul ketiika kita menghabiskan banak waktu untuk memikirkan sasaran dan tidak menyediakan waktu untuk merancang sistem.

Masalah 1 : Pemenang dan pecundang memiliki sasran yang sama

Orang yang berfokus pada sasaran cenderung mengalami kasus survivorship bias yang serius. kita berkonsentrasi pada orang yang akhirnya menang, dan secara keliru mengandaikan bahwa sasran ambisius telah mengantar mereka ke kesuksesan; mengabaikan semua orang yang memilik tujuan sama tapi tidak berhasil meraih sasaran.

Semua peserta olimpiade ingin memenangkan medali emas, sasaran itu sudah ada baru ketika menerapkan sistem dengan perbaikan kecil secara terus menerus mereka meraih hasil yang istimewa

Masalah 2 : Meraih sasaran hanya perubahan sesaat

Bayangkan ada ruangan yang berantakan, satu satunya cara untuk menyelesaikan itu adalah dengan merapikanya, bila kita punya tenaga untuk merapikanya, kita akan memiliki ruangan yang bersih untuk saat ini, namun jika terus mempertahankan kebiasaan jorok dan malas yang membuat kamar berantakan, dalam waktu singkat akan ada tumpukan sampah baru dan berharap mendapakan semburan motivasi lagi untuk merapikan ruangan tstb. kita akan terus mengejar hasil yang sama karena tidak pernah mengubah sistem dibaliknua. kita mengobati gejala tanpa mentasasi sumber masalahnya.

Maslah 3 : Sasaran membatasi kebahagiaan

Selama bertahun tahun kebahagiaan menjadi sesuat yang james clear ingin nikmati di masa mendatang. dia berjanji kepada diri sendiri bahwa begitu massa otot dia naik 10kg atau bisnisnya diulas di nytimes baru akan istirahat sejenak, sasaran menciptakan konflik “entah ini atau itu” , entah kita meraih sasaran dan sukses atau gagal dan kecewa. kita secara mental memasang kotak nuntuk mengurung diri dalam versi kebahagiaan yang sempit. ini menyesatkan dan mustahil jalan kita sesungguhnta dalam hidup akan tepat sesuai yng di benak kita saat kita menetapkan suatu sasaran. membatasi kepuasan berdasarkan satu skeanrio tidak masuk akal ketika ada banyak jalan lain yang dapat ditempuh untuk meraih kesuksesan.

Mentalitas mendahulukan sitem menyediakan antidot untuk ini, ksetika kita jatuh cinta pada proses, bukan pada produk, kita tidak harus menunggu ketika ingin memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk bahagia. kita dapat merasa puas kapan pun ketika sistem berjalan. dan sistem dapat menjadi sukses dalam banyak bentuk beragam. tidak hanya pertama kali kita bayangkan.

Masalah 4 : Sasaran tidak bersesuaian dengan kemajuan jangka panjang

Pola pikir berorientasi sasaran pada akhirnya menciptakan efek “yoyo”, banyak atlet lari berlatih keras selama berbulan bulan tapi begitu berhasil melintasi garis finish, mereka berhenti berlahith. ketika semua kerja keras difokuskan pada sasaran tertentu, apa ang tersisa untuk mendorong maju kita setelah sasaran itu tercipta ? banyak orang kembali ke kebiasaan kebasaan lama setelah suatu sasaran tercapai (tapi menurut pendapat saya pribadi kalau orientasi pada tujuan dan sudah berhasil ya tinggal menciptakan sasaran sasarn baru lagi kan ? sasarn itu sebagai pemacu semangat yg membara gitu, tapi mungkin pemikiran saya juga akan bisa berubah nanti semakin banyak membaca buku ini dan mempraktikanya)

Tujuan menetapkan sasran adalah memenangkan pertandingan. tujuan membangun sistem adalah terus berperestasi dalam olahraga yang sama. pemikiran jangka panjang yang sejadi adalah berpikir dengan sedikit sasaran. orang tidak bicara tentang kesuksesan tunggal, tapi siklus perbaikan tiada akhir dan terus menerus. akhirnya komitmen terhadap proses yang akan menentukan kemajuan kita.

Alasan orang tetap melakukan kebiasaan buruk adalah bukan karna dia tidak ingin berubah, tapi dia keliru dalam memilih sistem untuk melakukan perubahan, jangan jatuh pada level sasaran tapi fokus pada sistem secara keseluruhan.

Bab 2 : Bagaimana Kebiasaan membentuk identitas anda (dan sebaliknya)

Tidak banyak hal yang dapat memberikan dampak lebih dahsyat pada hidup kita selain memperbaiki kebiassaan sehari hari. kita sering kesulitan mengubah kebiasaan buruk dan kesulitan juga dalam menumbuhkan kebiasaan baik, yang menjadi penyebab hal tersebut adalah 1. kita salah sasaran terhadap apa yg ingin kita ubah. 2 kita salah cara dalam mengubah kebiasaan.

Perubahan identitas berarti kita membayangkan orang yg akan menuju sasaran ini saat ini sedang melakukan apa? misal orang yang sehat jika dihadapkan pilihan makan junk food atau real food tentu dia akan memilih real food, jadi setiap saat kita mengkomparasikan dengan kita ingin menjadi orang yang seperti apa dan tentukan aksi yang akan mengantarkan kita kepada identitas tersebut.

Tiga Lapisan Perubahan Perilaku

Banyak orang memulai proses pengubahan kebiasaan dengan berfokus pada apa yang ingin mereka raih. ini mengangar kita kepada kebiasan berbasis hasil. alternatifnya adalah membangung kebiasaan berbasis identitas. Dengan pendekatan ini, kita mulai dengan berfokus pada kita ingin menjadi sosok seperti apa.

Kebiasaan Berbasil Hasil dan Identitas

Dengan kebiasaan berbasis hasil, kita berfokus pada hal yang ingin kita raih. Dengan kebiasaan berbasis identitas, kita berfokus kepada kita ingin menjadi sosok seperti apa.

Bayangkan dua orang sedang berusaha berhenti merokok, ketika ditawari rokok orang pertama menjawab, “tidak terima kasih, saya berusaha berhenti” . kedengeranya seperti jawaban yang masuk akal, padahal orang ini masih percaya bahwa dia adalah perokok yang sedang berusaha melakukan hal lain. dia berharap perilakunya berubah sembari membawa keyakinan yang sama.

orang kedua menolak dan ebrkata " tidak, terima kasih. saya bukan perokok". itu perbedaan kecil tapi penyataan ini mengisyaratkan perubahan identitas. merokok adalah bagian dalam kehidupan lama, bukan kehidupan saat ini. Dia tidak lagi mengidentifikasi diri sebagai orang yang merokok.

yang paling penting itu keyakinan dari dalam diri kita ingin menjadi pribadi yang seperti apa. makin bangga kita terhadap aspek tertentu dalam identitas kita, makin termotivasilah kita untuk mempertahankan kebiasaan kebiasan yang terkait denganya. bila bangga dengan ukuran otot, kita kan berusaha tidak melewatkan olahraga yang melatih bagian atas tubuh dst dst.

kita mungkin memulai suatu kebiasaan karena motivasi, tapi satu satunya penyebab yang membuat kita bertahan adalah karena kebiasaan itu merupakan bagian dari identitas kita.

Proses Dua Langkah Untuk Mengubah Identitas

identitas berasal dari kebiasaan, kita tidak dilahirkan dengan keyakinan, setiap keyakinan termasuk tentang diri sendiri, dipelajari dan dikondisikan melalui pengalaman.

kata identitas berasal dari turunan kata latin yaitu esentitas artinya ada, identidem yang berarti berulang, jadi secara harfiah identitas adalah “ada yang diulang”. tidak ada peristiwa tunggal yang akan mengubah keyakinan kita, tapi ketika dukungan terbangun, begitupula bukti untuk identitas baru kita. ini satu alasan perubahan yang bermakna tidak memerlukan perubahan radikal. kebiasaan kebiasan kecil dapat membuat perbedaan yang bermakna dengan menyediakan bukti untuk identitas baru. dan bila suatu perubahan bermakna, perubahan itu sungguh besar, itulah paradoks dalam membaut perbaikan perbaikan kecil/

Kita dapat melihat bahwa kebiasaan adala jalur untuk mengubah identitas kita. cara paling praktis untuk mengubah siapa kita adalah mengubah apa yang kita lakukan. kebiasaan tidak hanya mendatangkan hasil tapi juga mengajarkan sesuatu yang jauh lebih penting : percaya pada diri sendiri.

dalam setiap pemilihan selalu ada suara mendukung untuk kedua pihak. kita tidak perlu suara mendukung yang bulat untuk memenangi pilihan umum, kita ucma perlu mayoritas. ngga penting ketika ada berapa suara yang mendukung perilaku buruk ata kebiasan yang tidak produktif, sasaran kita cukup memenangkan mayoritas selama mungkin.

Proses dua langkah yang sederhana :

  1. putuskan tipe orang yang anda cita citakan
  2. Buktikan pada diri sendiri dengan kemenangan kemenangan kecil.

Alasan Sesungguhnya mengapa kebiasan it penting

Perubahan identitas adalah kiblat untuk perubahan kebiasaan. Langkah pertama bukan apa atau bagaimana tapi siapa. kita perlu tahu ingin menjadi seperti apa kita. kalau tidak begitu, upaya kita mencari perubahan akan seperti kapal tanpa kemudi

Kita memiliki kuasa untuk mengubah keyakinan terhadap diri sendiri. identitas kita tidak terpahat pada batu. setiap saat kita mempunyai pilihan. kita dapat memilih identitas yang kita perkuat setiap hari dengan kebiasaan kebiasan yang kita pilih hari ini. dan ini mengantar kita ke tujuan lebih mendalam buku ini serta alasan sesungguhnya mengapa kebiasaan itu penting.

Membangun kebiasaan yang lebih baik tiadk sama dengan mengotori hari kita dengan kegiatan kegiatan remeh. tidak sama dengan memebrsihkan gigi tiap malam atau mandi air dingin tiap pagi atau mengenakan baju yang sama tiap hari. tidak sama dengan membuat upaya upaya eksternal yang sukes seperti mencari lebih banyak uang, menurunkan berat badam atau mengurangi stres. kebiasaan dapat memudahkan kita meraih semua hal itu, tapi pada dasarnaya itu tidak berkaitan dnegan mempunyai sesuatu. kebiasaan terkait dengan menjadi seseorang. secara harfiah, kita menjadi kebiasaan kita.

Bab 3 : 4 Langkah sederhana membangun kebiasaan

Tahun 1898 ada seorang psikolog bernama Edward Thorndike melakukan sebuah penelitian yang akan membawa perubahan mendasar kepada dunia dalam memandang pembentukan kebiasaan, dia menggunakan eksperimen kucing dengen meletakan kucing di sebuah kotak mendesain sebuah kotak sedemikian sehingga apabila kucing dimasukan dan melakukan aksi sederhana akan membuat pintu terbuka dan makanan si kucing akan mendapatkan makanan.

Pada awal percobaan kucing seketika berusaha mencoba untuk keluar dari pintu lalu, di percobaan awal awal kucing membutuhkan waktu lama sekitar belasan sampai dua puluhan detik, namun semakin sering percobaan dilakukan waktu yang dibutuhkan kucing untuk membuka pintu menjadi jauh lebih cepat, hanya di kisaran 7-10 detik saja.

dari penelitian itu diambil kesimpulan bahwa otak kita cenderung akan mengulangi perilaku yang mendatangkan kepuasan sedangkan perilaku perilaku yang disusul akibat yang kurang menyenangkan cenderung tidak diulang

Rumus Membentuk Kebiasaan;

  1. jadikan terlihat
  2. jadikan menarik
  3. jadikan mudah
  4. jadiikan memuaskan

Banyak orang berpikir bahwa dengan kebiasaan maka hidup akan kurang bergairah, bukankah hidup lebih asyik secara spontan tidak dengan kebiasaan membosankan, kita semacam tidak bebas dalam hidup dengan rutinitas kaku setiap harinya, tapi pola pikir macam ini salah, ini terjadi karna adanya dikotomi antara kebiasaan dengan meraih kebebasan padahal keduanya saling melengkapi.

Dengan kebiasaan yang baik kita akan punya lebih banyak waktu dan tenaga untuk berfokus pada hal hal yang ingin kita capai karna hal hal basic sudah dilakukan tanpa perlu memakan energi, fokus dan mental yang banyak, bayangkan jika kita ingin menjadi kaya tapi tanpa manajemen finansial yang baik atau kebiasaan yang buruk dalam mengatur keuangan, justru akan merepotkan kita contohnya harus melakukan side hustle (tidak buruk), dengan kebiasaan olahraga yang baik juga tubuh kita menjadi lebih optimal, fokus lebih terjaga sehingga kita bisa berfokus ke hal hal lain yang ingin kita raih atau meraih kebebasan yang kita inginkan, kalau kita direpotkan oleh hal hal “simpel” seperti itu giamna mau meraih kebebasan.

Rumus Membentuk Kebiasaan :

  1. Jadikan terlihat
  2. Jadikan menarik
  3. Jadikan mudah
  4. Jadikan memuaskan

Rumus Menghilangkan kebiasaan buruk :

  1. jadikan tidak terlihat
  2. jadikan tidak menarik
  3. jadikan sulit
  4. jadikan tidak memuaskan