Codrus (Kodros) dikenal sebagai raja terakhir Athena, memerintah sekitar abad ke-11 SM, di masa peralihan antara zaman mitologi dan sejarah Yunani kuno. Setelah kematiannya, Athena tidak lagi punya raja, sistem monarki dihapus dan digantikan oleh jabatan archon, semacam pejabat tertinggi yang dipilih dan menjabat dengan masa waktu terbatas.

Kisah paling terkenal soal Codrus berkaitan dengan perang antara Athena dan bangsa Doria yang saat itu tengah menyerbu wilayah Attica. Menurut legenda, sebuah ramalan (oracle) mengatakan bahwa pihak yang rajanya terbunuh dalam pertempuran itulah yang akan menang perang. Mendengar ramalan ini, Codrus menyamar sebagai rakyat biasa, menyusup ke garis musuh, lalu sengaja memancing perkelahian hingga dirinya terbunuh. Bangsa Doria yang mengetahui ramalan tersebut akhirnya mundur begitu tahu mereka telah membunuh sang raja, karena takut kalah perang sesuai ramalan.

Pengorbanan Codrus ini kemudian dianggap begitu mulia sehingga orang Athena merasa tidak ada lagi yang pantas menggantikannya sebagai raja. Sejak itu gelar raja (basileus) sebagai pemimpin tertinggi dihapuskan, dan kekuasaan dipegang bergantian oleh para archon, cikal bakal sistem pemerintahan Athena yang kelak berkembang menjadi demokrasi.

Sebagian sejarawan modern meragukan kebenaran kisah ini dan menganggapnya lebih dekat ke mitos atau legenda pembentuk identitas ketimbang catatan sejarah yang akurat, mengingat minimnya sumber tertulis dari periode tersebut. Meski begitu, Codrus tetap dikenang dalam tradisi Yunani sebagai simbol pengorbanan diri demi negara (patriotisme).

P.S Archon : pejabat tertinggi di Athena pasca-monarki, awalnya dijabat seumur hidup lalu berkembang jadi jabatan tahunan yang dipilih Basileus : gelar Yunani kuno untuk raja atau penguasa tertinggi