Sifat alami manusia itu fill in the blank artinya manusia akan selalu mencoba mengisi kekosongan kekosongan atas pertanyaan yang tidak diketahui jawabanya, kita bisa mengisi kekosongan itu dengan 2 cara yaitu dengan melalui proses pemikiran yang logis, kritis, analitis atau dengan cara instan saja mengambil jalan pintas kesimpulan karna kemalasan atau ketidakmauan untuk melalui proses2 di cara yang pertama.

Belakangan ini ada sosok orang ngelantur yang viral yg dikenal dengan mama ghufron pertanyaanya adalah kenapa orang absurd seperti beliau bisa memiliki penonton atau pengikut, mungkin juga sebagian orang hanya menganggap itu hanya hiburan semata alias tidak mempercayai apa yg dikatakanya sebagai suatu kebenaran atau ilmu ya anggap aja kakek kakek lagi mengeluarkan unek unek absurd aja, tapi tidak bisa dipungkiri ada juga segelintir orang yang mempercayai dia atau setidaknya memiliki keraguan dalam hatinya apakah yg disampaikan itu salah atau benar.

Ustd felix mengatakan alasan pertamanya adalah orang malas untuk berpikir kritis, contoh tadi terkait fill in the blank itu adalah misal ada seseorang kena hipnotis di pasar yang mana hipnotis secara teknis benar benar membutakan pikiran orang jadi tidak sadar itu tidak ada, adanya teknik manipulasi menggunakan kata kata sehingga orang yg diajak bicara bisa mengukuti apa yg dikatakan si manipulator. daripada mengungkapkan kelemahan lebih baik mengatakan bahwa dia dihipnotis, contoh lain di saat malam hari ada suara “ketukan” di pintu rumah, orang yg berpikir krits dan runut akan memikirkan apakah kemungkinan ada orang malam malam yang ingin menyampaikan kabar penting atau justru ada orang yang ingin berbuat jahat atau justru ada kemunngkinan ranting yang lapuk di depan rumah yang mana patahan raintgnya jatuh di depan pintu dsb. di satu sisi ada juga orang yg “malas” untuk melalu proses berpikir itu dan langsung mengisi kekosongan tersebut dengan mencari jalan pintas miasl mengatakan bahwa itu “hantu”.

Islam mengajarkan manusia untuk berpikir kritis maka dari itu kaum kafir qurais atau orang orang penguasa zaman dulu tidak suka karna khawatir masyarakat yg mereka bodohi itu bisa melawan , contoh kisah nabi ibrahim yang mana beliau menghancurkan berhala berhala sesembahan manusia di saat itu dan menyisakan berhala paling besar dan dikalungkanya berhala itu kapak besar, nabi ibrahim secara tidak langsung mengajak orang pada zaman itu untuk berpikir kritis, mengapa patung yang engkau yakini tidak bisa mengayunkan sebuah kapak saja tapi engkau sembah sebagai tuhan..

Bersambung di menit ke 15

Youtube Ustd Felix Siauw