Fakta Unik Semut

Semut bisa angkat beban puluhan kali berat tubuhnya. Angka yang sering disebut “semut bisa angkat 100 kali berat badannya” memang ada dasarnya, tapi tidak berlaku untuk semua semut. Kebanyakan semut rata-rata kuat mengangkat sekitar 10–50 kali berat tubuhnya. Rekor yang sering dikutip datang dari semut rangrang Asia (Oecophylla smaragdina) yang terekam bisa menahan beban sampai sekitar 100 kali berat tubuhnya saat menggantung terbalik di permukaan kaca. Rahasianya ada di ukuran tubuh yang kecil. Makin kecil hewan, makin besar perbandingan luas penampang ototnya terhadap berat tubuh, jadi secara relatif otot mereka jauh lebih “kuat” dibanding hewan besar seperti manusia. Sambungan leher semut juga kuat, mampu menahan tarikan ribuan kali berat tubuhnya sendiri.

Apakah Semut Selalu Mengeluarkan Feromon?

Jawabannya tidak selalu. Semut memang berkomunikasi lewat feromon (zat kimia penanda), tapi mengeluarkannya tergantung situasi:

  • Jejak makanan (trail pheromone) biasanya dilepas saat semut pulang ke sarang setelah menemukan makanan. Semut yang masih mencari atau pulang dengan tangan kosong umumnya tidak meninggalkan jejak, atau jejaknya sangat tipis.
  • Kadar feromon bisa diatur. Kalau makanannya banyak dan berkualitas, jejaknya lebih tebal sehingga lebih banyak semut datang. Kalau makanannya sedikit atau sudah habis, semut berhenti memperkuat jejak.
  • Feromon cepat menguap, dalam hitungan menit sampai jam. Jadi jejak yang tidak diperbarui akan hilang dengan sendirinya. Inilah yang membuat jalur semut bisa “berpindah” mengikuti sumber makanan baru.
  • Jenis feromon lain juga dikeluarkan hanya di situasi tertentu, misalnya feromon alarm saat ada bahaya atau diserang, dan feromon pengenal koloni supaya bisa membedakan kawan dan lawan.
  • Tidak semua spesies bergantung pada jejak feromon. Semut gurun Cataglyphis misalnya mencari makan sendirian dan lebih mengandalkan posisi matahari serta “menghitung langkah” untuk pulang ke sarang.

Kaitannya dengan Kapur Ajaib

Garis kapur ajaib bekerja dengan dua cara. Pertama, bahan kapurnya menutupi dan mengganggu jejak feromon sehingga semut kehilangan arah. Kedua, kapur ajaib mengandung insektisida (biasanya golongan piretroid seperti deltametrin atau sipermetrin) yang meracuni semut yang menyentuhnya. Karena itu semut cenderung tidak mau melewati garis kapur.

P.S Feromon : zat kimia yang dikeluarkan hewan untuk berkomunikasi dengan sesama spesiesnya Piretroid : golongan insektisida sintetis yang meniru zat alami dari bunga krisan (piretrin)