Adalah gangguan pencernaan saat tubuh tidak mampu mencerna laktosa (gula dalam susu) karena kurangnya enzim laktase di usus halus. Akibatnya konsumsi susu atau produk olahan susu memicu gejala perut kembung,diare, dan kram perut

Secara global sekitar 65-70% populasi manusia dewasa mengalami intoleransi laktosa, secara alami tubuh manusia diprogram untuk produksi enzim laktase hanya saat bayi (buat cerna asi). ketika disapih, gen laktase otomatis akan nonaktif atau mati karna tubuh tidak lagi membutuhkan susu

namun sejarah berubah sekitar 7500-10.000 tahun lalu melalui peristiwa persistensi laktase

  1. revolusi peternakan : ketika manusia purba mulai menjinakan hewan kaya sapi,kambing,domba, mereka menyadari susu adalah sumber nutrisi sangat kaya
  2. mutasi genetik, di wilayah eropa utara, sebagian wilayah aftika dan timur tengah terjadi mutai genetik acak yang membuat saklar gen laktase di tubuh tetap menyala hingga dewsasa
  3. seleksi alam ketan, saat terjadi kelaparan musim dingin ekstrem, atau wabah, orang dewasa yg punya mutasi ini bisa bertahan hidup hanay dengan minum susu segar tanpa jatuh sakit, sifat genetik unggul ini terus diturunkan ke anak cucu

kenapa gak 100% karna tidak semua wilayahh di dnia punya sejarah kebudayaan minum susu segar di masa lalu.

Wilayah / Populasi Tingkat Intoleransi Laktosa Alasan Historis
Eropa Utara & Kaukasia Sangat Rendah (5% โ€“ 15%) Nenek moyang peternak sapi perah intensif.
Timur Tengah Sedang (50% โ€“ 70%) Sejarah peternakan unta dan kambing.
Afrika & Amerika Selatan Tinggi (70% โ€“ 90%) Hanya suku peternak tertentu yang toleran.
Asia Timur & Tenggara (Termasuk Indonesia) Sangat Tinggi (90% โ€“ 98%) Pertanian purba berbasis tanaman, bukan susu.