Permasalahan umat Islam saat ini adalah kurangnya pemahaman terhadap islam, padahal itu yg menentukan sikap dan perilaku seseorang, ketika seorang muslim memahamai islam hanya sekadar agama yg mengajarkan perkara akidah dan hukum2 tentang ibadah, maka dia akan mencukupkan diri dan tidak terlintas di benaknya menerapkan dalam pemerintahan ekonomi, pendidikan, dan negara.
Islam adalah din kamil syamil artinya agama yg sempurna lagi menyeluruh) syariahnya mengatur seluruh aspek kehidupan. tujuan buku maffahim (pemahaman2) islam ini ingin memberikan pemahaman yg benar dan menyeluruh tentang islam. Islam adlah metode khas dalam kehidupan, berbeda sama sekali dengan semua agama,ideologi dan ajaran lainya. Bahwa islam adalah mabda atau ideologi karna islam adalah satu satunya pemikiran menadsar yang dibangun berdasarkan pemikiran2 yang cabang atau aqidah aqliyah yang melahirkan sistem. islam adalah satu satunya ideologi yang benar karena berasal dari Allah, Dzat Maha Benar dan Maha Mengetahui segala sesuatu.
Keberadaan islam sebagai ideologi dikokohkan dengan penjelasan tentang aqidah ruhiyyah (spiritual) dan siyasiyyah (politik). bahwa islam adalah agama sekaligus ideologi karna aqidah islam tidak hanya membahsa ibadah,dosa pahala, akhirat atau semacamnya, namum memberin=kan pengaturan terhadap kehidupan dunia seperti sistem ekonomi,politik,pengadilan dll.
Dalam pemerintahan islam memiliki sistem pemerintahan yg khas, itulah Khilafah. sebuah sistem pemerintahan yg berberda sama sekali dengan semua sistem pemerintahan yang ada. itulah yg menjadi masalah besar bagi kaum Muslimin. sebab semenjak runtuhnya khilafah utsmaniyah 1924, umat islam hidup tanpa Khilafaf.
Islam adalah pola hidup yang khas, ia mewajibkan muslimin mejalani hidup dengan corak tertentu yang tetap, tidak berganti dan tidak berubah.
Islam datang sebagai sekumpulan pemahaman tentang kehidupan yang membentuk suatu wijhat nazar (pandangan hidup, way of life) tertentu. Islam telah menetapkan bagi manusia pemikiran2 tapi tidak membatasi akalnya bahkan membebaskanya. islam juga mengikat perilakuknay dalam kehidupan dengan pemikiran2 tertentu namun tidak membatasi manusia sendiri justru membebaskanya pandangan seorang muslim terhadap dunia pun menjadi optimis, penuh harapan cerah serius dan realistis, suatu pandangan g menilai kehidupan sesuai dengan kadarnya. bahwa kehidupan di dunia harus diraih namun ia bukan tujuan dan tidak pantas dijadikan tujuan. maka seorang muslim bersungguh2 menapaki dunia, memakan rezeki dari ALlah namun ia menyadari bahwa dunia adalah tempat persinggahan, sedangkan akhirat adah tempat tinggal yang abadi.
Hukum2 islam datang untuk beri solusi manusia dalam urusan jual beli dg cara khusus sebagaimana beri solusi tentang shalat. persoalan pernikahan dengan cara khsus sebagaimaan ia menangani urusan zakat. islam menangani cara memiliki harta dan cara membelanjakanya dg cara khusus sebagaimana menjelaskan perkara haji,islam merinci akad2 transaksi dg cara khusus segimaan merinci doa2 dan ibadah. dg demikian islam datang mengarur seluruh hubungan manusia baik dengan diri sendiri, atau sesalma manusia. sehingga manusia dibebani tugas untuk berjalan di kehidupan ini dengan dorongan tertentu, di jalan yg sepsifik dan telah ditentukan.
Paragraf selanjutnya mosly membahas menengai bagaimana seorang muslim harus mengikuti jalan yg ada bukan yg lainya, dan akan mendapatkan hukuman tegas jika menyimpang dari jalan ini meski hanya seutas rambut, intinya menekankan bahwa seorang muslim harus mengikuti jalan hidup yg sudah diterangkan dalam islam. menekankan pola hidup teratur yg sudah ditentukan.
Dalam islam tidak dijumpai perkara2 gaib murni yg tidak berdasar, yg diperintahkan untuk diimani adalah perkara gainyg terhubung dengan akal melalui pemahaman akal terhadap dalil yang menunjukanya, yaitu al quran dan hadits muawatir. Bagi seorang muslim wajib memahami dalam islam ada 2 hal
Pertama bahwa islam datang membawa mafahim sebagai pedoman untuk merngatur perilaku manusia dalam kehidupan dunia menuju akhirat. pada dasarnya mafahim islam ini menekankan bahwa ajaran dalam agama islam itu tidak hanya dijadikan pengetahuan teori belaka seperti geografi dan sejarah namun benar2 dijadikan undang undang dalam kehidupan kita dan juga sebagai panduan untuk bekal ke akhirat.
Kedua bahwa alquran dan hadits datang sebagai din (agama) dan syariah, bukan sebagai pengetahuan dan ilmu. dan keduanya tidak terikta dengan ilmu apapun sejarah,geografi,kimia fisikan dsb.