Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh internasional, atau biasa disebut May Day, sejarah penetapan hari buruh ini cukup kelam, berawal pada akhir abad ke 19
Tepatnya tahun 1 Mei 1886 asosiasi buruh di Amerika melakukan demonstrasi besar besaran, ratusan ribu buruh +-400.000 buruh turun ke jalan di chicago, USA menuntut jam kerja yang manusiawi menjadi hanya 8 jam saya, sebelumnya para buruh dipaksa bekerja antara 10-16 jam dengan lingkungan yang tidak layak juga.
Kericuhan terjadi saat ada diduga buruh yang melemparkan bom ke arah aparat dan menyebabkan korban baik dari aparat maupun para warga sipil ratusan nyawa jadi korban juga di antara kericuhan tersebut, diperingati sebagai Haymarket Affair (tempat kejadian di Haymarket square pusat perdagangan komersial dan pasar jerami)
Setelah kejadian itu gerakan mayday menyebar ke seluruh dunia, di eropa tahun 1890 sekitar 300.000 buruh turun ke jalan di london, sebagai responya konferensi internasional di paris tahun 1889 menetapkan tgl 1 mei sebagai hari buruh internasional
Di indonesia diresmikan sebagai hari libur nasional itu tahun 2014 namun sejarah hari buruh di indonesia sudah berlangsung jauh sebelum itu, di tahun 1918 diinisiasi oleh serikat buruh Kung Tang Hwee yang berpusat di Semarang
saat order baru sempat dilarang peringatan hari buruh dan pemerintah berupaya menghilangkan istilah buruh mernjadi karyawan atau pekerja karna kata buruh identik dengan gerakan kiri atau komunis, namun di era bj habibie peringatan hari buruh kembali diperbolehkan, saat era SBY hari tanggal 1 mei dijadikan sebagai hari libur nasional
P.S label kiri untuk gerakan komunis berasal dari tradisi tempat duduk saat revolusi Prancis th 1789,
Majelis nasional perancis berkumpul buat menentukan seberapa besar kekuasaan yang boleh dimiliki raja
Sisi kanan : Bangsawan dan pendukung kerajaan, mereka ingin mempertahankan status quo (kekuasaan yg sedang berlangsung) sampai sekarang kanan identik dengan konservatif (menjaga yang sudah ada)
Kiri : kelompok revolusioner ingin perubahan radikal dan kesetaraan serta penghapusan kekuasaan raja, mereka pro rakyat kecil dan ingin merombak struktur sosial, kiri identik dengan progresif atau perubahan