Hari ini saya belajar dari video Kurzgesagt (How Are Memories Stored Inside Your Brain?). Ternyata memori kita itu tidak seperti hardisk yang statis tapi dia sesuatu yang bilogis, hidup, dan dinamis.

1.Memori adalah pola “Obrolan” antar neuron

otak manusia punya sekitar 86 miliar neuron, ketika kita mengalami sesuatu neuron2 ini saling mengirim sinyal elektrokimia melalu celah kecil bernama synapsis

Saat ada dua neuron yang menyala (fire) secara bersamaan, hubungan mereka menguat. kumpulan dari berbagai neuron dari bagian otak yang berbeda (suara,visual,emosi) yang bersamaan ini memebtnuk sebuah kesatuan aktivitas bernama assembly, inilah yang menjadi wujud fisik dari momen yang kita alami

2.Hipocampus sebagai pustakawan otak kita tidak bisa mengingat semua hal karna adanya kompeteisi antar sinyal dalam pikiran, ketika otak memutuskan suatu momen itu penting, hipokampus akan aktif, hipocampus bertidak sebagai blueprint kasar dari assembly tersebut dan memasukannya ek dalam indeks memori

3.Tiga cara agar memori melekat kuat Memori baru itu sbetulnya sangat rapuh dan mudah hilang, otak kita sering melupakan hal tidak penting agar tidak kelebihan beban. ada 3 pemicu utama agar bisa bertahan lama

  • kebaruan : kejadian tidak biasa atau unik akan memicu sinyal assembly yang kuat
  • repetisi : memikirkan kembali kejadian terebut aatu menceritakanya berulang ulang akan mengukir jalur neuron lebih dalam lagi
  • emosi : ketika merasakan emosi yang kaut (marah,senang,sedih,malu) otak peruba kita menganggap kejadian itu penting untuk bertahap hidup sehingga memorinya diberi “rasa” yang kuat agar melekat
  1. mengapa tidur itu wajib untuk belajar proses pengautan memori (konsilidasi) banyak terjadi saat kita tidur, saat tidur, hipocampus akan memutar ulang pola assembly tersebut berkali kali untuk memmperkuat sinapsisnya

PENTING : Kurang tidur secara literal membuat kita kehilangan lebih banyak memori, jadi begadang semalaman sebelum ujian atau saat belajar hal baru sebenanya adalah tindakan sia sia karna otak tidak sempat mengunci informasi tersebut.

Plit twist setiap kali kita mengingat, memori itu berubah

Mengingat sesuatu itu bukan kaya kita play video lalu tekan tombol play

saat kita memanggil sebuah memori, struktur assembly di otak kita melunak kembali seperti lilin cair, pada momen itu otak akan memasukkan konteks baru (empsi kita saat ini, ekspektasi,atau lingkungan sekkitar ) ke dalam memori lama tersebut

misal ketika dulu mengalami kejadian sial yang memalukan, sekarang menceritakanya kembali sambil tertawa bersama teman2, otak, akan memperbaru memori tersebut jadi cerita yang “lucu”.

Secara ironis, semakin sering kita mengingat suatu kejadian , SEMAKIN JAUH memori itu dari fakta aslinya

mirip kaya recomposition di jetpack compose state lama dipanggil kemabli, dikasih konteks baru, lalu di redraw untuk jadi visual yang diperbarui.