<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>History on Today I Learned</title>
    <link>https://til-syarif-25.pages.dev/tags/history/</link>
    <description>Recent content in History on Today I Learned</description>
    <generator>Hugo</generator>
    <language>id</language>
    <lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 +0000</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://til-syarif-25.pages.dev/tags/history/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <item>
      <title>Qadr</title>
      <link>https://til-syarif-25.pages.dev/posts/2026-04-20-megamacip/</link>
      <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 +0000</pubDate>
      <guid>https://til-syarif-25.pages.dev/posts/2026-04-20-megamacip/</guid>
      <description>&lt;p&gt;Makna Qadr secara leksikal dan pergeseran maknanya&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tulisan ini sebetulnya adalah salah satu persiapan materi yang akan saya sampaikan pada rapat zoom mendatang dengan teman saya, agar materi lebih terstruktur jadi saya buat tulisan ini. Sekaligus coba buat today i learned yang sudah dari lama pengin dibuat tapi ngga jadi jadi :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara leksikal qadr itu artinya adalah takaran, ukuran , bersinonim juga dengan takqdir. Seorang leksikografer bernama raghib al isfahani membuat buku yang membahas hal ini tahun 1100 an kalau tidak salah, takaran yan dimaksud adalah seperti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah untuk ciptaanya, atau simpelnya adalah aturan yang ditetapkan biasanya terkait sunatullah, contohnya adalah bahwa matahari itu mengelilingi galaksi, manusia bernapas memerlukan oksigen, bumi mengelilingi matahari dan seterusnya. Di masa pre islamic bangsa arab qadr itu tidak mengenal qadr dengan predestinasi namun kenapa di masa sekarang ini makna qadr itu lebih dikenal dengan ketetapan yang Allah buat terhadap hambanya dengan kata lain takdir/predestinasi ? pergeseran makna tersebut cukup panjang sejarahnya, prof mtk yang juga seorang muallaf membahas hal ini mengatakan bahwa ini adalah pergeseran makna teologis.&lt;/p&gt;</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
