Khilafiyah adalah perbedaan pendapat ulama dalam masalah yang dalilnya multitafsir. Kalau kamu pernah bingung kenapa ada yang qunut dan ada yang tidak, ini jawabannya: bukan salah satunya sengaja menyimpang.
Usul vs furu'
| Usul (pokok) | Furu’ (cabang) | |
|---|---|---|
| Contoh | Tauhid, kenabian, rukun iman, salat lima waktu wajib | Qunut, posisi tangan, jumlah rakaat tarawih |
| Status dalil | Qath’i (pasti) | Zhanni (multitafsir) |
| Sikap | Tidak boleh berbeda | Boleh berbeda |
Mayoritas perdebatan di Indonesia adalah di wilayah furu’.
Penyebab perbedaan
- Perbedaan memahami teks. Satu kata bisa berarti lebih dari satu. Contoh: lamastum an-nisa’ (ayat wudu) bisa dipahami “menyentuh” atau “berhubungan badan”.
- Perbedaan menilai hadis. Satu hadis dinilai sahih oleh ulama A tapi lemah oleh ulama B.
- Perbedaan hadis yang sampai. Satu imam mungkin belum mendengar hadis yang sampai pada imam lain.
- Perbedaan metode ushul fikih. Sejauh mana qiyas, amal ahli Madinah, istihsan, maslahah dipakai.
- Perbedaan konteks (waktu dan tempat). Fatwa bisa berubah karena ‘urf (kebiasaan) berbeda.
Etika menyikapi khilafiyah
Kaidah yang sangat terkenal:
Laa yunkaru al-mukhtalaf fiih, wa innamaa yunkaru al-mujma’ ‘alaih. “Tidak boleh diingkari masalah yang diperselisihkan, yang diingkari hanya yang disepakati.”
Artinya: kalau ada ulama muktabar yang membolehkan dan ada yang melarang, jangan saling menyesatkan. Sah-sah saja memilih pendapat yang dirasa kuat, tapi jangan memaksakan.
Beberapa pegangan praktis:
- Ikuti satu pendapat dengan sadar dan tahu alasannya
- Hormati pilihan orang lain
- Jangan cari-cari yang paling ringan (tatabbu’ ar-rukhash) demi nafsu
- Kalau jadi makmum, ikuti imam dalam hal furu’ (sebagaimana para imam mazhab pun melakukannya)
Kenapa ini penting di era media sosial?
Potongan ceramah di media sosial sering menghilangkan fakta bahwa topiknya khilafiyah. Akibatnya:
- Masalah furu’ dijadikan batas antara “sunnah” vs “bid’ah” atau “benar” vs “sesat”
- Hubungan antar-tetangga, keluarga, dan jamaah rusak oleh hal yang sebenarnya boleh berbeda
Banyak ulama dari semua kubu (NU, Muhammadiyah, salafi) sebenarnya mengajarkan adab ini. Yang sering bermasalah adalah pengikut di akar rumput.
Pelajaran
- Bedakan pokok dan cabang.
- Tanyakan: “Apakah ini diperselisihkan ulama muktabar?” sebelum menyalahkan.
- Persatuan dalam hal pokok, toleransi dalam hal cabang.
- Kembali ke peta istilah.