Demensia itu kumpulan gejala yang mempengaruhi kemampuan mengingat, berpikir,bersosialisasi. Alzheimer penyakit spesifik di otak yang menjadi penyebab paling umum dari demensia, semua penderita alzhemer pasti demensia, tapi tidak semua penderita demensia mengidap alzheimer.

Demensia : istilah payung yg deskirpiskan penurungan fungsi kognitif.

alzheimer : penyakit neurodegeneratif progresif yang merusak sel sel otak secara permanen akibat penumpukan protein abnormal

sebab demensia : berbagai kondisi yang merusak jaringan otak contoh lainya termasuk demensia vaskular (akibat stroke)

alzheimer : perubahan biologis spesifik penumpukan plak dan kekuasutan serat protein di otak yang membunuh sel saraf.

alzheimer sangat berkaitan dengan protein folding (sudah dibahas tentang pelipatan protein di pemabasan DNA) , akibat kesalahan pelipatan protein (protein misfolding)

agar dapat berfungsi normal di tubuh, rantai protein harus melipat menjadi strutur tiga dimensi yang spesifik, pada penderita alzheimer proses ini gagal sehinga protein berubah bentuk menjadi cacat, tidak larut dan saling menempel

detail

  1. kesalahan peliaptan protein Beta-Amyloid
  • kondisi normal : Protein Amyloid Precursor Protein (APP) secara rutin dipotong oleh enzim tubuh menjadi fragmen kecil yang laruh dan dibersihkan oleh otak

  • kesalahan folding : akibat mutasi genetik atau faktor penuaan, proses pemotongan menghasilkan fragmen bernama beta-amyloid 42 yang sangat kaku dan menolak air. protein ini salah melipat (misfolded) sehingga tidak bisa larut.

  • karna tidak bisa dibuang , protein cacar ini saling menempel dan menggumpak di luar sel saraf membentuk plak amiloid yang meracuni jaringan otak.

  1. kesalahan pelipatan protein tau
  • kondisi normal : Protein tau berfungsi seperti “paku keling” yang menstabilkan sistem mikrotubulus
  • kesalahan folding : akibat perubahan kimiawi ,protein tau lepas dari fungsinya , berubah bentuk dan mengalami kesalahan pelipatan .
  • dampaknya : Protein tau yang salah lipat saling membelit di dalam sel saraf membetnuk kekusutan neurofibrilar

akibat penumpukan kedua jenis protein ini

  • memutus koneksi : plak di luar sel menghalangi sinyal antar-sel saraf