Kristen adalah agama dengan pemeluk terbanyak di dunia (sekitar 2,4 miliar). Tiga cabang besarnya adalah Katolik Roma (sekitar 1,3-1,4 miliar), Protestan (termasuk Injili dan Pentakosta, sekitar 900 juta lebih), dan Ortodoks Timur (sekitar 220-260 juta). Di Indonesia, “Kristen” sehari-hari biasanya berarti Protestan, sedangkan Katolik disebut terpisah. Keduanya diakui sebagai agama yang berbeda dalam administrasi negara.


Gereja perdana: satu gereja (abad 1-11)

  • Yesus disalibkan sekitar 30-33 M. Para rasul, terutama Petrus dan Paulus, menyebarkan ajaran ke seluruh Kekaisaran Romawi.
  • Sampai abad ke-4 orang Kristen sering dianiaya. Lalu Kaisar Konstantinus mengeluarkan Edik Milano (313 M) yang memberi kebebasan beragama.
  • Konsili Nicea (325 M) merumuskan Pengakuan Iman Nicea: Yesus sehakikat dengan Allah Bapa (menolak ajaran Arius).
  • Kaisar Theodosius (380 M) menjadikan Kristen agama resmi kekaisaran.
  • Lima pusat utama (pentarki): Roma, Konstantinopel, Aleksandria, Antiokhia, Yerusalem. Uskup Roma (Paus) dianggap penerus Petrus dan makin menuntut otoritas tertinggi.

Skisma Besar 1054: Barat vs Timur

Gereja Barat (berbahasa Latin, pusat di Roma) dan Gereja Timur (berbahasa Yunani, pusat di Konstantinopel) makin renggang. Pemicunya:

  • Otoritas Paus: Roma mengklaim yurisdiksi atas seluruh gereja, Timur hanya mengakui Paus sebagai “yang pertama di antara yang setara”.
  • Filioque: Barat menambahkan kata “dan Putra” pada Pengakuan Iman (Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra), Timur menolak.
  • Perbedaan praktik: roti beragi vs tidak beragi dalam Ekaristi, selibat imam, dan lain-lain.

Tahun 1054, utusan Paus dan Patriark Konstantinopel saling mengekskomunikasi. Lahirlah Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Luka ini makin dalam ketika tentara Perang Salib Keempat menjarah Konstantinopel (1204). Ekskomunikasi itu baru dicabut bersama pada 1965.


Menjelang Reformasi: kenapa banyak yang kecewa?

Abad 14-15, Gereja Barat sedang bermasalah:

  • Skisma Barat (1378-1417): sempat ada 2 bahkan 3 paus sekaligus.
  • Korupsi dan kemewahan sebagian pejabat gereja, jual-beli jabatan (simoni).
  • Penjualan indulgensi: surat penghapusan hukuman dosa (di api penyucian) yang dijual untuk dana, salah satunya pembangunan Basilika Santo Petrus. Pengkhotbah Johann Tetzel terkenal dengan slogan “begitu koin berdenting di peti, jiwa melompat dari api penyucian”.
  • Pendahulu reformasi: John Wycliffe (Inggris) dan Jan Hus (Bohemia, dibakar tahun 1415).
  • Mesin cetak Gutenberg (sekitar 1450) membuat gagasan baru menyebar sangat cepat.

Reformasi Protestan (1517)

  • 31 Oktober 1517: biarawan dan dosen teologi Martin Luther memublikasikan 95 Tesis di Wittenberg, Jerman, mengkritik indulgensi. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Reformasi.
  • Luther makin jauh: hanya Alkitab yang berotoritas, manusia dibenarkan hanya oleh iman, bukan oleh perbuatan atau jasa yang dibeli.
  • 1521: Luther diekskomunikasi oleh Paus Leo X, lalu di Diet Worms menolak menarik ajarannya (“Di sini aku berdiri, aku tidak bisa berbuat lain”). Ia menerjemahkan Perjanjian Baru ke bahasa Jerman.
  • Istilah “Protestan” muncul dari protestatio para pangeran Lutheran di Diet Speyer (1529).

Reformasi segera bercabang:

  1. Lutheran: Jerman dan Skandinavia.
  2. Reformed/Calvinis: Ulrich Zwingli (Zurich) dan Yohanes Calvin (Jenewa); menekankan kedaulatan Allah dan predestinasi. Menyebar ke Belanda, Skotlandia (Presbiterian), dan lain-lain.
  3. Anabaptis (Reformasi Radikal): baptisan dewasa saja, pemisahan gereja dan negara; leluhur Mennonit dan Amish.
  4. Anglikan: Raja Henry VIII memisahkan Gereja Inggris dari Roma (1534), awalnya karena Paus menolak membatalkan pernikahannya. Ajarannya di tengah antara Katolik dan Protestan.

Kontra-Reformasi Katolik

Gereja Katolik menanggapi dengan pembaruan dari dalam:

  • Konsili Trente (1545-1563): menegaskan ajaran Katolik (Kitab Suci dan Tradisi, 7 sakramen, transubstansiasi), tetapi juga memberantas penyalahgunaan, termasuk melarang jual-beli indulgensi.
  • Serikat Yesus (Yesuit), didirikan Ignatius Loyola (1540): pendidikan dan misi ke seluruh dunia (misalnya Fransiskus Xaverius sampai ke Maluku).

Perang dan perdamaian

Perpecahan ini memicu perang berdarah, puncaknya Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) yang menewaskan jutaan orang di Eropa Tengah. Perdamaian Westfalen (1648) mengakhirinya dan menjadi dasar konsep negara berdaulat modern. Prinsip sebelumnya, cuius regio, eius religio (agama penguasa = agama wilayahnya), ditetapkan di Perdamaian Augsburg (1555).


Perbedaan pokok

Katolik Protestan (umumnya)
Sumber otoritas Kitab Suci + Tradisi Suci + Magisterium (ajaran resmi gereja) Sola Scriptura: hanya Alkitab
Keselamatan Oleh rahmat, melalui iman dan perbuatan baik serta sakramen Sola Fide: hanya oleh iman, perbuatan baik adalah buah iman
Pemimpin Paus di Roma, penerus Petrus; hierarki uskup, imam, diakon Tidak ada pemimpin tunggal; sinode, majelis, atau jemaat mandiri
Sakramen 7: baptis, krisma, Ekaristi, tobat, pengurapan orang sakit, imamat, perkawinan Umumnya 2: baptis dan Perjamuan Kudus
Ekaristi/Perjamuan Transubstansiasi: roti dan anggur sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus Beragam: kehadiran nyata (Lutheran), rohani (Calvinis), atau simbol/peringatan (Zwingli, Baptis)
Kanon Alkitab 73 kitab (termasuk Deuterokanonika: Tobit, Yudit, Makabe, dll.) 66 kitab
Maria dan orang kudus Dihormati, dimohon doanya; dogma Maria dikandung tanpa noda dan diangkat ke surga Dihormati sebagai teladan, tapi tidak didoakan sebagai perantara
Rohaniwan Imam (pastor) selibat (di ritus Latin), ada biarawan/biarawati Pendeta boleh menikah; banyak gereja menahbiskan perempuan
Pengakuan dosa Sakramen tobat kepada imam Langsung kepada Allah
Api penyucian Ada (purgatorium) Ditolak
Ibadah Misa dengan liturgi baku, sama di seluruh dunia Kebaktian dengan khotbah sebagai pusat; gaya sangat beragam

Lima prinsip Reformasi sering diringkas sebagai Lima Sola: Sola Scriptura (hanya Alkitab), Sola Fide (hanya iman), Sola Gratia (hanya anugerah), Solus Christus (hanya Kristus), Soli Deo Gloria (kemuliaan hanya bagi Allah).

Protestan bukan satu gereja

Berbeda dengan Katolik yang satu struktur, Protestan terpecah menjadi ribuan denominasi: Lutheran, Calvinis/Reformed, Anglikan, Metodis (John Wesley, abad 18), Baptis, Pentakosta dan Karismatik (abad 20, kini cabang Protestan yang tumbuh paling cepat), dan lain-lain.


Persamaan

  • Satu Allah Tritunggal: Bapa, Putra, Roh Kudus
  • Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, wafat di salib dan bangkit
  • Pengakuan Iman Rasuli dan Nicea diterima keduanya
  • Baptisan saling diakui (umumnya)
  • Perayaan Natal dan Paskah, doa Bapa Kami, Sepuluh Perintah Allah
  • Konsili Vatikan II (1962-1965): Katolik menyebut Protestan sebagai “saudara yang terpisah”, Misa boleh dalam bahasa lokal (bukan hanya Latin).
  • Deklarasi Bersama tentang Ajaran Pembenaran (1999): Katolik dan Lutheran sepakat bahwa sengketa inti abad ke-16 soal pembenaran oleh iman tidak lagi menjadi alasan saling mengutuk.
  • 2016: Paus Fransiskus ikut memperingati 500 tahun Reformasi bersama Lutheran di Lund, Swedia.

Konteks Indonesia

  • Katolik datang lewat Portugis abad ke-16 (Maluku, Flores, Timor). Tokoh: Fransiskus Xaverius di Maluku (1546).
  • Protestan masuk bersama VOC Belanda (abad 17) yang Calvinis; VOC bahkan sempat menekan Katolik. Misi besar abad 19: Nommensen di Tanah Batak (lahirnya HKBP), dan zending di Minahasa, Papua, dan Toraja.
  • Wadah persekutuan: PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) untuk Protestan dan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) untuk Katolik.
  • Tokoh nasional Katolik antara lain Mgr. Albertus Soegijapranata dan Ignatius Slamet Riyadi; Protestan antara lain Dr. Johannes Leimena dan T.B. Simatupang.

Pelajaran

  • Perpecahan besar Kristen terjadi dua kali: 1054 (Katolik vs Ortodoks) dan 1517 (Katolik vs Protestan).
  • Reformasi dipicu indulgensi, tapi inti sengketanya adalah otoritas (Alkitab saja vs Alkitab + Tradisi + Paus) dan cara manusia diselamatkan.
  • Mesin cetak berperan besar: Reformasi bisa dibilang “revolusi media” pertama.
  • “Protestan” adalah payung ribuan denominasi, bukan satu gereja.
  • Seperti Sunni dan Syiah, perbedaan teologis bercampur dengan politik (raja, pangeran, kekaisaran), dan setelah berabad-abad konflik kini lebih banyak dialog.