Asal-usul

Wahabi merujuk pada gerakan pemurnian yang dipimpin Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) di wilayah Najd, Arab. Ia menyerukan kembali pada tauhid murni dan menentang praktik yang ia anggap syirik, misalnya meminta kepada wali atau kuburan, serta pengkultusan makam.

Tahun 1744, ia bersekutu dengan Muhammad bin Saud, pemimpin lokal Dir’iyah. Aliansi dakwah-politik ini menjadi cikal bakal Kerajaan Arab Saudi (berdiri 1932).

Pengaruh pemikirannya: Ibnu Taimiyah dan mazhab Hanbali.


Istilah “Wahabi”: label dari luar

  • Pengikutnya sendiri umumnya menolak label “Wahabi” dan menyebut diri muwahhidun (pengesa Allah) atau salafi.
  • Istilah ini awalnya dipakai lawan-lawannya (termasuk ulama di Mekah, Madinah, Mesir, dan Utsmani) untuk mengesankan bahwa gerakan ini “mazhab baru” yang dinisbatkan ke seorang tokoh.
  • Di Indonesia, “Wahabi” sering dipakai secara longgar dan sebagai cacian untuk siapa saja yang dianggap anti-tradisi (tahlilan, maulid, ziarah). Banyak yang dilabeli tidak ada hubungan dengan Najd sama sekali.

Jadi, menyebut seseorang “Wahabi” sering tidak akurat dan memicu salah paham.


Kontroversi sejarah

  • Periode ekspansi awal (akhir abad 18 - awal 19): pasukan Saud-Wahabi menguasai Mekah-Madinah, menghancurkan kubah makam, dan terjadi korban sipil di beberapa tempat seperti Karbala (1802, oleh kelompok Syiah dianggap pembantaian). Ini membuat sebagian ulama saat itu menganggap mereka Khawarij.
  • Pembelaan pengikutnya: peristiwa perang, bukan ajaran agama, dan sumber sejarahnya sering bias.
  • Tahun 1925, Ibnu Saud kembali menguasai Hijaz dan sekali lagi makam di Baqi’ dibongkar. Peristiwa ini yang mendorong lahirnya NU (lihat NU dan Muhammadiyah).

Pengaruh modern

Minyak dan dana dakwah Saudi (abad 20) memperluas pengaruh ajaran ini ke seluruh dunia: pendirian universitas, beasiswa, penerbitan, dan pesantren. Di Indonesia pengaruhnya terasa lewat LIPIA (Jakarta), Al-Irsyad, dan jaringan salafi.

Sebagian ulama membedakan antara:

  • Ajaran dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab (fokus tauhid)
  • Politik dan praktik sejarah yang menyertainya
  • Pengaruh Saudi modern, yang kini berubah pelan (reformasi sosial di bawah Visi 2030)

Apakah Wahabi = Salafi?

Tidak persis sama.

  • Salafi modern banyak dipengaruhi Wahabi (terutama lewat ulama seperti Ibnu Baz), tetapi ada juga salafi di luar Saudi yang mengkritik Najd.
  • Wahabi sebagai istilah cenderung menunjuk ke tradisi Najd-Saudi.
  • Muhammadiyah bukan Wahabi. Tokoh pendirinya KH Ahmad Dahlan lebih dipengaruhi Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha (reformis Mesir), bukan Najd, meski ada irisan dalam tema pemurnian.

Pelajaran

  • Kalau ingin akurat, sebut kelompok atau pemikirannya yang dimaksud, bukan sekadar “Wahabi”.
  • Kritik terhadap ide boleh, tetapi menyamaratakan semua orang yang berbeda tradisi sebagai “Wahabi” adalah kesalahan analisis.
  • Lihat juga Salaf dan salafi.