Sunni dan Syiah: Asal Perpecahan, Perbedaan, dan Persamaan

Sunni dan Syiah adalah dua arus terbesar dalam Islam. Sunni sekitar 85-90% umat Islam, Syiah sekitar 10-15%. Perbedaannya bermula dari politik (kepemimpinan), lalu berkembang menjadi perbedaan teologi dan fikih. Asal perpecahan: siapa pengganti Nabi? Setelah Nabi ﷺ wafat (632 M), muncul pertanyaan: siapa yang memimpin umat? Sunni: kepemimpinan (khilafah) diputuskan lewat musyawarah umat. Di Saqifah Bani Sa’idah, Abu Bakar dipilih, lalu Umar, Utsman, dan Ali (Khulafaur Rasyidin). Syiah (dari Syi’atu Ali, “pengikut Ali”): Nabi telah menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penerus, terutama pada peristiwa Ghadir Khum (“man kuntu maulah fa ‘aliyyun maulah”). Kepemimpinan seharusnya tetap pada Ahlul Bait. Sunni juga menerima hadis Ghadir Khum, tetapi memaknai “maula” sebagai “pecinta/penolong”, bukan penunjukan sebagai pemimpin. ...

October 1, 2026 · 3 min

Khilafiyah: Kenapa Ulama Bisa Berbeda Pendapat?

Khilafiyah adalah perbedaan pendapat ulama dalam masalah yang dalilnya multitafsir. Kalau kamu pernah bingung kenapa ada yang qunut dan ada yang tidak, ini jawabannya: bukan salah satunya sengaja menyimpang. Usul vs furu' Usul (pokok) Furu’ (cabang) Contoh Tauhid, kenabian, rukun iman, salat lima waktu wajib Qunut, posisi tangan, jumlah rakaat tarawih Status dalil Qath’i (pasti) Zhanni (multitafsir) Sikap Tidak boleh berbeda Boleh berbeda Mayoritas perdebatan di Indonesia adalah di wilayah furu’. ...

September 30, 2026 · 2 min

NU dan Muhammadiyah: Dua Sayap Islam Indonesia

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, dan salah satu yang terbesar di dunia. Keduanya sama-sama Sunni, sama-sama cinta Indonesia, tapi lahir dari konteks dan gaya yang berbeda. Muhammadiyah (1912) Pendiri: KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, 18 November 1912 Latar: terinspirasi gerakan pembaruan di Timur Tengah (Muhammad Abduh, Rasyid Ridha), dan melihat umat terbelakang dalam pendidikan dan kesehatan Basis awal: perkotaan, pedagang, kelas menengah Corak: tajdid (pembaruan) dan tanzih/purifikasi: memurnikan akidah dari takhayul, bid’ah, dan khurafat, sekaligus modernisasi Fikih: tidak terikat satu mazhab, merujuk Quran dan Sunnah lewat Majelis Tarjih Amal usaha: ribuan sekolah, universitas, rumah sakit, panti asuhan Khas: menentukan awal bulan dengan hisab (astronomi), tidak bersandar rukyat Nahdlatul Ulama (1926) Pendiri: KH Hasyim Asy’ari (Tebuireng, Jombang) bersama KH Wahab Chasbullah dan ulama lain, 31 Januari 1926 Latar: respons terhadap dua hal: gerakan pembaruan yang mengkritik tradisi, dan pemberlakuan Wahabi di Hijaz oleh Ibnu Saud yang mengancam mazhab-mazhab dan makam-makam bersejarah. Para kiai mengirim delegasi (Komite Hijaz) untuk menjaga kebebasan bermazhab. Basis awal: pesantren dan masyarakat pedesaan Jawa Corak: Aswaja: Asy’ari/Maturidi dalam akidah, salah satu dari 4 mazhab (mayoritas Syafi’i) dalam fikih, tasawuf Al-Ghazali/Junaid Khas: mempertahankan tradisi lokal yang tidak bertentangan dengan syariat (tahlilan, maulid, ziarah kubur, qunut), kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim ash-shalih wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah (menjaga yang lama yang baik, mengambil yang baru yang lebih baik) Khas: rukyat dalam menentukan awal bulan, meski kini juga menimbang hisab Perbandingan Muhammadiyah NU Berdiri 1912 (Yogyakarta) 1926 (Surabaya) Pendiri KH Ahmad Dahlan KH Hasyim Asy’ari Basis awal Perkotaan, modernis Pesantren, pedesaan Metode fikih Langsung ke dalil, Tarjih Bermazhab (mayoritas Syafi’i) Sikap terhadap tradisi Kritis, memurnikan Akomodatif selama tidak bertentangan syariat Andalan gerakan Pendidikan, kesehatan modern Pesantren, majelis taklim Penetapan bulan Hisab Rukyat (plus hisab sebagai pendukung) Perbedaan furu’iyah yang sering muncul Qunut subuh: NU melakukan, Muhammadiyah umumnya tidak Tahlilan dan selamatan kematian: NU melakukan, Muhammadiyah umumnya menolak Jumlah rakaat tarawih: NU 20, Muhammadiyah 8 + 3 witir (keduanya punya dasar) Lafaz usalli, dan zikir keras setelah salat: beragam Semua ini khilafiyah, bukan perbedaan pokok akidah. ...

September 30, 2026 · 2 min

Wahabi: Asal-usul Gerakan dan Kontroversi Istilahnya

Asal-usul Wahabi merujuk pada gerakan pemurnian yang dipimpin Muhammad bin Abdul Wahhab (1703-1792) di wilayah Najd, Arab. Ia menyerukan kembali pada tauhid murni dan menentang praktik yang ia anggap syirik, misalnya meminta kepada wali atau kuburan, serta pengkultusan makam. Tahun 1744, ia bersekutu dengan Muhammad bin Saud, pemimpin lokal Dir’iyah. Aliansi dakwah-politik ini menjadi cikal bakal Kerajaan Arab Saudi (berdiri 1932). Pengaruh pemikirannya: Ibnu Taimiyah dan mazhab Hanbali. Istilah “Wahabi”: label dari luar Pengikutnya sendiri umumnya menolak label “Wahabi” dan menyebut diri muwahhidun (pengesa Allah) atau salafi. Istilah ini awalnya dipakai lawan-lawannya (termasuk ulama di Mekah, Madinah, Mesir, dan Utsmani) untuk mengesankan bahwa gerakan ini “mazhab baru” yang dinisbatkan ke seorang tokoh. Di Indonesia, “Wahabi” sering dipakai secara longgar dan sebagai cacian untuk siapa saja yang dianggap anti-tradisi (tahlilan, maulid, ziarah). Banyak yang dilabeli tidak ada hubungan dengan Najd sama sekali. Jadi, menyebut seseorang “Wahabi” sering tidak akurat dan memicu salah paham. ...

September 30, 2026 · 2 min

Salaf, Salafi, dan Salafiyah: Tiga Istilah yang Sering Dicampur

Salaf Salaf artinya “yang terdahulu”. Dalam istilah agama, salafus shalih adalah tiga generasi terbaik menurut hadis “sebaik-baik manusia adalah generasiku, lalu generasi sesudahnya, lalu sesudahnya”: Sahabat Nabi Tabiin (murid sahabat) Tabiut tabiin (murid tabiin) Menghormati salaf adalah hal yang disepakati hampir seluruh Sunni, termasuk NU dan Muhammadiyah. Jadi “salaf” sebenarnya bukan monopoli satu kelompok. Salafi / Salafiyah Salafiyah adalah gerakan pemikiran yang menyatakan ingin memahami dan mengamalkan Islam sebagaimana salaf. Dalam praktik ada beberapa arus yang berbeda: ...

September 30, 2026 · 2 min

Asy'ariyah dan Maturidiyah: Dua Mazhab Akidah Mayoritas Sunni

Kalau mazhab fikih mengatur cara beribadah, mazhab akidah mengatur cara memahami keyakinan, terutama soal sifat Allah, takdir, dan peran akal terhadap wahyu. Dua yang terbesar adalah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Latar belakang: debat dengan Mu’tazilah Pada abad 2-4 H, Mu’tazilah mengutamakan akal rasional dan menafikan sifat-sifat Allah yang dianggap menyerupakan Allah dengan makhluk (contoh: Al-Quran dianggap makhluk). Di sisi lain ada kelompok tekstualis (ahlul hadis) yang menolak kalam (teologi rasional). Muncul dua tokoh yang mencoba membela akidah Sunni dengan perangkat rasional, tanpa menjadi Mu’tazilah. ...

September 30, 2026 · 2 min

Ahlussunnah wal Jamaah: Siapa yang Berhak Memakai Label Ini?

Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja, disebut juga Sunni) secara harfiah: “orang-orang yang berpegang pada sunnah dan jamaah”. Sunnah: jalan Nabi ﷺ dan para sahabat Jamaah: kebersamaan umat, tidak memisahkan diri dari mayoritas Asal istilah Istilah ini mengkristal setelah peristiwa fitnah (perpecahan politik) di zaman sahabat, lalu munculnya kelompok seperti Khawarij, Syiah, Qadariyah, Murji’ah, dan Mu’tazilah. Kelompok yang berpegang pada pemahaman sahabat dan tidak ikut ekstrem disebut Ahlussunnah. Dasar yang sering dikutip adalah hadis tentang umat yang terpecah menjadi 73 golongan, dan satu yang selamat, yaitu yang “di atas apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya”. Ulama berbeda pendapat soal derajat hadis dan tafsirnya, dan hadis ini sering dipakai untuk saling klaim. ...

September 30, 2026 · 2 min

Manhaj vs Mazhab vs Akidah: Apa Bedanya?

Tiga kata ini sering dipakai bergantian padahal maknanya berbeda. Memahami bedanya menyelesaikan separuh kebingungan dalam diskusi keagamaan. Mazhab (madzhab) Jalan/aliran fikih: kumpulan pendapat hukum dan metode istinbatnya. Contoh: Syafi’i, Hanafi. Sifatnya praktis: wudu, salat, zakat, jual beli. Akidah (aqidah) Keyakinan pokok: sifat Allah, kenabian, hari akhir, takdir. Di dalamnya ada aliran seperti Asy’ariyah, Maturidiyah, Atsariyah. Kadang disebut juga mazhab kalam atau mazhab akidah. Manhaj Secara bahasa “jalan terang” atau metode. Dalam konteks keagamaan, manhaj berarti cara pandang dan pendekatan dalam memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan agama. Istilah ini sangat populer di kalangan salafi (“manhaj salaf”). ...

September 30, 2026 · 2 min

Empat Mazhab Fikih: Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali

Mazhab (madzhab) secara bahasa berarti “jalan yang ditempuh”. Dalam fikih, mazhab adalah metode dan hasil ijtihad seorang imam dalam menyimpulkan hukum dari Quran, Sunnah, ijmak, dan qiyas, yang kemudian dilanjutkan oleh murid-muridnya. Mazhab bukan agama baru dan bukan sekte. Semua mazhab berdiri di atas sumber yang sama. Bedanya ada pada cara menimbang dalil. Empat mazhab Sunni Mazhab Pendiri Lahir - Wafat Pusat awal Ciri metode Hanafi Abu Hanifah (Nu’man bin Tsabit) 80 - 150 H Kufah, Irak Banyak memakai qiyas dan istihsan Maliki Malik bin Anas 93 - 179 H Madinah Memakai amal ahli Madinah sebagai hujjah, plus maslahah mursalah Syafi’i Muhammad bin Idris asy-Syafi’i 150 - 204 H Mekah, Baghdad, Mesir Merumuskan ushul fikih secara sistematis (ar-Risalah) Hanbali Ahmad bin Hanbal 164 - 241 H Baghdad Sangat mengutamakan hadis dan atsar sahabat Urutan di atas juga urutan kelahiran mereka, dan garis gurunya menarik: Syafi’i belajar dari Malik, dan Ahmad belajar dari Syafi’i. ...

September 30, 2026 · 3 min

Peta Istilah: Madzhab, Manhaj, Salaf, Wahabi, Aswaja, NU, Muhammadiyah

Istilah-istilah ini sering dipakai bersamaan, dicampur aduk, bahkan dijadikan label untuk saling menyerang. Padahal mereka berada di level yang berbeda. Catatan ini adalah peta besarnya. Detail tiap istilah ada di catatan terpisah (tautan di bawah). Empat level yang sering tertukar Level Pertanyaan yang dijawab Contoh Akidah (teologi) Apa yang diyakini tentang Allah, sifat-Nya, takdir, iman? Asy’ariyah, Maturidiyah, Atsariyah Fikih (hukum praktis) Bagaimana tata cara ibadah dan hukum muamalah? Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali Manhaj (metode) Bagaimana cara memahami dan mengamalkan agama? Manhaj salaf, tasawuf, tajdid Organisasi/gerakan Siapa yang mengorganisir umat di era modern? NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad Kesalahan umum: membandingkan hal yang berbeda level. “NU vs Asy’ariyah” atau “Salafi vs Syafi’i” bukan perbandingan sejajar. NU adalah organisasi, Asy’ariyah adalah mazhab akidah, Syafi’i adalah mazhab fikih. Satu orang bisa sekaligus NU, Asy’ari dalam akidah, dan Syafi’i dalam fikih. ...

September 30, 2026 · 2 min